10 WASIAT HASAN AL-BANNA

Sepuluh wasiat yang menginspirasi kita semua. Wasiat yang sangat baik untuk dibaca bagi mereka yang ingin melejitkan potensi diri. 1. Wahai saudaraku, bersegeralah menunaikan sholat di awal waktu dikala mendengar adzan. Usahakanlah semampu Antum. Ini membuktikan kesungguhan Antum. Di situ ada sumber kejayaan. Di situ ada sumber pertolongan. Di situ ada sumber taufiq. Perhatikanlah, banyak perintah dalam ayat Al-Qur’an dengan diawali dengan menyebut sholat di awalnya. Perhatikanlah, Allah mensyariatkan sholat sekalipun di medan perang, di saat genting dan cemas.

2. Wahai Saudaraku, Bacalah Al-Qur’an dan coba pahami maknanya. Biasakanlah untuk berdzikir dan mencari ilmu walaupun sedikit. Kurangilah waktu yang tak berguna. Sesungguhnya Al-Qur’an adalah sumber dari lautan ilmu. Sumber hidayah kepada Antum dan Ana. Bacalah Al-Qur’an, karena kelak ia akan memberi syafaat bagi yang membacanya. Senantiasalah membaca, menghafal dan mengamalkannya. Cobalah hayati maksud dari ayat-ayatnya. Selalu berdzikir dan terus berdzikir. Di sini ada ketentraman. Disini ada kedamaian. Di sini ada keselamatan. Jadilah hamba yang sejahtera.

3. Wahai Saudaraku, motivasilah diri untuk menguasai Bahasa Al-Qur’an. Mulailah dahulu walaupun hanya sedikit perkataan. Sebenarnya Antum telah lama memulainya yaitu sejak Antum sholat setiap hari. Katakanlah dahulu walaupun tak memahami artinya. Diantara bencana pertama menimpa umat Islam adalah sedikitnya orang yang menguasai bahasa agamanya. Juga mengutamakan bahasa sehari-hari. Ayo, tunggu apa lagi ? berikan waktu untuk belajar walau semenit.

4. Wahai Saudaraku, tak perlu berdebat bila tidak mengetahui adabnya. Berdiskusilah jika membuahkan kebaikan. Waspadai pertengkaran kaena di sana ada unsur lain yang membisikkan. Syaitan namanya.

5. Wahai Saudaraku, biasakan untuk selalu tersenyum dan jangan tertawa melampaui batas. Rasulullah saw adalah orang yang paling banyak tersenyum. Beliau tertawa pada tempatnya namun tetap dalam batas kesantunan. Wahai Saudaraku, Plato juga berpesan agar pertunjukan hiburan yang tidak bermutu, terlalu banyak tertawa, hanya disaksikan oleh golongan rendah dan pegawai upahan asing. Begitu pula dengan Aristoteles yang berpendapat supaya golongan muda dicegah untuk menyaksikan hiburan dengan unsur tertawa berlebihan, supaya tidak menulak keburukannya dalam diri kita.

6. Wahai Saudaraku, seriuslah selalu dan bercandalah seperlunya. Tanpa serius, hilanglah kesungguhan! Tanpa bercanda, hidup jadi monoton. Kata seorang penyair : berilah waktu istirahat pada jiwamu yang sibuk dengan berfikir. Obati dengan bercanda. Tapi, bila mengobatinya dengan bercanda, haruslah dalam batas seperti Antum memasukkan garam dalam masakan.

7. Wahai Saudaraku, aturlah nada suaramu sesuai yang diperlukan oleh pendengar di depanmu. Jangan seperti orang bodoh, bahkan menyakiti hati orang lain pula. Luqman al-hakim juga mencela orang yang tidak pandai menjaga nada suara pada tempanya. Katanya, itulah suara keledai! Surat Al-Isra’ memberi nasehat kepada kita, jangan keraskan suaramu dalam solat tapi jangan pula merendahkannya. Carilah jalan tengah diantara keduanya.

8. Wahai Saudaraku, tak perlu mengolok-olok. Tak perlu merendah-rendahkan orang lain. Berbincang-bincanglah bila ada unsur kebaikan. Hindarilah mengumpat! Jangan sekali-kali membuka aib jamaah-jamaah lain! Berbicaralah yang baik demi kebaikan bersama. Senangkah Antum memakan daging ? pasti Antum senang. Tapi senangkah Antum memakan daging saudara Antum yang telah mati? Sesekali tidak! Begitulah dosa orang yang mengumpat. Bertaubatlah jika Antum mengumpat dengan terlebih dahulu meminta maaf kepada orang yang Antum dzalimi. Boleh mengumpat bila ada tujuan syar’inya :
- untuk menuntut keadilan apabila dizalimi
- Untuk menghapuskan kemunkaran
- Karena memberi peringatan kepada muslim yang lain tentang kejahatan
- Karena mengisytiharkan kefasikan dan kefasikan dan kedzaliman.

9. Wahai Saudaraku, perluas interaksi Antum dengan umat manusia. Meskipun mereka tidak meminta Antum. Salam kasih sayang adalah untuk semua. Salam kemesraan adalah untuk semesta. Ulukanlah salam perkenalan. Lihatlah penyelenggaraan ibadah haji. Berbagai bangsa datang berkunjung. Berbagai lapisan masyarakat datang berkunjung. Berbagai derajat orang datang berkunjung. Sama-sama menjunjung niatan suci. Tidak saling mengenal tetapi dapat saling berinteraksi.

10. Wahai Saudaraku, optimalkan waktu Antum dan tolonglah orang lain supaya memanfaatkan waktu. Tunggulah masa penuaiannya. Biasakan hidup terjadwal. Bijaksanalah menggunakan waktu Antum. Bersegeralah, karena sabda Nabi Saw mengatakan, “Bersegeralah melakukan amal…” (diulang 7 kali). Hargailah waktu saudaramu! Hargailah waktu mereka. Tak perlu berbicara ngelantur tanpa tujuan dan berhentinya.

Comments