Pembaca pasti sudah tahu dan sudah banyak membaca informasi baik dari media cetak maupun elektronik terkait dengan krisis yang sedang dialami oleh Amerika. Tepat sekali. Amerika saat ini sedang dilanda krisis karena beberapa lembaga penyangga keuangan Amerika mengalami mismanajemen alias gagal pengelolaan. Akibatnya stabilitas ekonomi Amerika saat ini ibarat kapal sedang kena ombak, tidak stabil dan cenderung terhuyun-huyun.
Satu hal yang membuat saya tidak habis pikir adalah, mengapa yang krisis Amerika, Indonesia ikut menanggung akibatnya?
Satu hal yang membuat saya tidak habis pikir adalah, mengapa yang krisis Amerika, Indonesia ikut menanggung akibatnya?
Saya masih ingat (dan pembaca semoga juga masih ingat) tentang krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1997 yang lalu. Dikarenakan ulah seorang Sorros, ekonomi Asia sempat rontok dan kocar-kacir termasuk Indonesia. "Cinderamata" dari krisis ekonomi 1997 antara lain: Rupiah menembus level 16.000 per dolar amerika, Suharto digulingkan, kerusuhan massal, dan masih banyak dampak dari krisis yang "hanya" se-Asia. Sangat masuk akal bila saat itu (krisis 1997) Indonesia pontang-panting menyelamatkan bangsa dan negara dari kehancuran. Karena Indonesia memang salah satu dari negara di Asia yang memang ada kaitannya dengan si Sorros itu.
Lha sekarang? Amerika yang krisis, ekonomi amerika kelimpungan, lha kok Indonesia dipaksa tetap harus di bawah Amerika. Buktinya, rupiah turun lagi sampai 13.000 per dolar Amerika (saat artikel ini ditulis). Jan wagu tenan! Kalau menurut logika orang awam seperti saya, seharusnya rupiah bisa meroket naik bahkan sejajar dengan dolar Amerika, karena Amerika yang krisis, dan kita ngga!
Tapi entahlah, mungkin sudah nasib sebagai bangsa Indonesia, tanah air beta, disana dibesarkan bunda...... Mungkin kalau ditanya, sudahkah Indonesia merdeka? Akan ada yang menjawab "sempat". Karena memang sampai hari ini, kita belum merdeka dan berkedaulatan penuh. Bahkan mengatur perekonomian negeri sendiri saja masih diutak-utik oleh bangsa barat. Nanti giliran perekonomian mantap, gantian oknum2 yang ingin memperkaya diri sendiri yang pinjam dana ke luar negeri tanpa lapor ke pemerintah. Saat jatuh tempo, lari.... yang kena, pemerintah lagi! yang nanggung, RAKYAT LAGI!
Comments
Post a Comment