Nah, yang ini oke, tapi kok gini ya
Pasti yang ini lebih sip. Walah ternyata sama aja.
Lha... ini yang kucari. Lho kok ndak bisa diubah ya?
Tidak mudah memang untuk mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan idealitas kita. Hal ini pun saya rasakan saat mengganti tampilan blog ini. Setiap kali mendapatkan template yang menarik, saya download kemudian saya terapkan di blog saya. Tapi tetap saja ada kekurangannya. Sehingga untuk mendapatkan template yang pas bagi blog saya membutuhkan tidak kurang 7 kali ganti template. Ya pada akhirnya seperti yang Anda lihat ini, adalah template yang coba saya apply di blog saya. Tentu dengan tampilan seperti ini pun masih terdapat beberapa kekurangan. Ditambah dengan kerugian akibat hilangnya beberapa widget yang telah saya pasang pada template sebelumnya. Alhasil, saya harus memasang ulang widget-widget yang hilang. Masih mending bila widget tersebut ada pada fasilitas blogger. Yang saya sayangkan adalah beberapa link teman-teman dan juga situs-situs menarik juga ikut hilang, hiks :(
Nah, disini ada hikmah bagi kita semua. Bila mencari template yang ideal untuk blog kita saja susahnya bikin pusing, apalagi mencari jodoh atau rizki. :)
Untuk urusan jodoh misalnya, Ust. Anis Matta dalam bukunya "Sebelum Mengambil Keputusan Besar Itu", beliau menceritakan sebuah dialog yang terjadi antara beliau sendiri dan temannya. Saat itu Ust. Anis Matta bertanya kepada temannya mengapa tidak segera menikah, padahal umur sudah pas. Teman beliau menjawab bahwa ia belum mendapatkan sosok yang ideal untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Memang kriteria yang antum idam-idamkan seperti apa?" tanya ust. Anis Matta.
"Yang pasti sholehah, cantik, pintar masak, dakwah oke, ya kalau bisa juga maisyah ada, dan nasabnya baik." jawab teman beliau.
Mendengar jawaban teman beliau, Ust. Anis Matta berujar, "Akhi, bila ane menemukan akhwat ideal seperti yang antum katakan, ane tidak akan kasihkan ke antum. Mendingan dipakai sendiri :)"
Yah, tentunya yang namanya ideal itu pun tidak hanya satu orang yang mengidam-idamkan. Pasti, semakin ideal, maka semakin jadi rebutan banyak orang.
Itu sekedar cuplikan dari buku Ust. Anis Matta. Belum lagi persoalan idealitas dalam mencari maisyah. Yang namanya manusia pasti ada saja sifat ingin mencari lebih... lebih ... dan leeeeebih! (seperti iklan aja). Mencari yang ideal boleh dan sah-sah saja, namun yang lebih diutamakan adalah bagaimana mensyukuri yang telah diterimanya. Bagaimana sikap Anda bila Anda memberikan sesuatu pada teman Anda dan teman Anda mengatakan bahwa pemberian Anda tidak sesuai dengan harapannya. Boro-boro berterima kasih, alih-alih malah mencela dan menyingkirkannya. Pasti Anda akan tersinggung. Bila Anda tersinggung, maka bagaimanakah bila Allah memberikan sesuatu kepada anda (rizki misalnya)kemudian Anda bukannya berterima kasih (mensyukuri) malah mencari rizki yang lain? Apakah Allah tersinggung? Wallahu a'lam.
Pada akhirnya, saya mensyukuri tampilan template yang sekarang. Semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca tentunya. Amiin.
Pasti yang ini lebih sip. Walah ternyata sama aja.
Lha... ini yang kucari. Lho kok ndak bisa diubah ya?
Nah, disini ada hikmah bagi kita semua. Bila mencari template yang ideal untuk blog kita saja susahnya bikin pusing, apalagi mencari jodoh atau rizki. :)
Untuk urusan jodoh misalnya, Ust. Anis Matta dalam bukunya "Sebelum Mengambil Keputusan Besar Itu", beliau menceritakan sebuah dialog yang terjadi antara beliau sendiri dan temannya. Saat itu Ust. Anis Matta bertanya kepada temannya mengapa tidak segera menikah, padahal umur sudah pas. Teman beliau menjawab bahwa ia belum mendapatkan sosok yang ideal untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Memang kriteria yang antum idam-idamkan seperti apa?" tanya ust. Anis Matta.
"Yang pasti sholehah, cantik, pintar masak, dakwah oke, ya kalau bisa juga maisyah ada, dan nasabnya baik." jawab teman beliau.
Mendengar jawaban teman beliau, Ust. Anis Matta berujar, "Akhi, bila ane menemukan akhwat ideal seperti yang antum katakan, ane tidak akan kasihkan ke antum. Mendingan dipakai sendiri :)"
Yah, tentunya yang namanya ideal itu pun tidak hanya satu orang yang mengidam-idamkan. Pasti, semakin ideal, maka semakin jadi rebutan banyak orang.
Itu sekedar cuplikan dari buku Ust. Anis Matta. Belum lagi persoalan idealitas dalam mencari maisyah. Yang namanya manusia pasti ada saja sifat ingin mencari lebih... lebih ... dan leeeeebih! (seperti iklan aja). Mencari yang ideal boleh dan sah-sah saja, namun yang lebih diutamakan adalah bagaimana mensyukuri yang telah diterimanya. Bagaimana sikap Anda bila Anda memberikan sesuatu pada teman Anda dan teman Anda mengatakan bahwa pemberian Anda tidak sesuai dengan harapannya. Boro-boro berterima kasih, alih-alih malah mencela dan menyingkirkannya. Pasti Anda akan tersinggung. Bila Anda tersinggung, maka bagaimanakah bila Allah memberikan sesuatu kepada anda (rizki misalnya)kemudian Anda bukannya berterima kasih (mensyukuri) malah mencari rizki yang lain? Apakah Allah tersinggung? Wallahu a'lam.
Pada akhirnya, saya mensyukuri tampilan template yang sekarang. Semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca tentunya. Amiin.
Comments
Post a Comment