Semula tidak ada yang aneh ketika saya berangkat sholat subuh pada tanggal 30 November 2008 kemarin. Itu karena masjid ada di timur rumah saya sehingga saya tidak melihat sesuatu yang menarik perhatian mata. Baru setelah sholat subuh selesai dan saya kembali ke rumah, saya melihat ada sesuatu yang menarik di langit sebelah barat daya dari tempat saya berpijak.
Dua bintang terang tampak berdekatan satu sama lain. Saya merasa belum pernah melihat posisi dua bintang terang berdekatan seperti ini. Saya pernah melihat gugus bintang Scorpio, Gubug Penceng, Aries, Cancer, dan sebagainya (walaupun saya tidak suka kalo gugusan indah ciptaan Alloh itu dipakai kemusyrikan). Tapi saya belum pernah melihat yang seperti ini, Subhanallah! Dan saya yakin itu memang bukan bintang, tapi planet yang memantulkan cahaya matahari ke bumi. Ah sudahlah, ntar dikira orang bengong lagi. Masak habis sholat subuh bengong? nggak seru lah.
Subuh, 1 Desember 2008, ternyata mata ini mudah tertarik dengan hal-hal baru dan ganjil. Masih saja mata ini melihat 'soulmate' dua bintang di langit barat daya Solo itu. Lagi-lagi mau bengong... cabut ah. Tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa penasaran, sebenarnya dua bintang itu planet apa?
Sholat maghrib saya kerjakan berjamaah di Masjid KotaBarat, karena masih ada urusan mastering yang belum selesai. Setelah selesai saya pulang. Sampai di depan rumah, belum sempat masuk, Bu Sar tetangga saya, berujar "Mas, bulan-e apik banget lho mas. Kok kaya orang senyum gitu." Dalam hati, saya tidak terlalu tertarik karena memang awal bulan hijriyah, bentuk bulan memang sabit. Jadi seperti orang tersenyum. TAPI, sebentar! Kemarin saya lihat dua bintang, sekarang Bu Sar lihat bulan tersenyum. Jangan-jangan.... rasa penasaran saya muncul kembali. Saya langsung mengarahkan mata saya ke langit barat daya, dan Subhanallah... dua bintang plus bulan sabit. Seperti dua bola mata dan satu bibir tersenyum. Indah sekali. Ternyata Allah ingin mempercantik fenomenanya dengan menghadirkan senyum bulan. Wajah langit jadi tampak lebih indah karena ternyata saya melihat jarang atau bahkan tidak ada "jerawat" bintang-bintang kecil di sekitar "The smiling moon" itu. Sayang, saya tidak punya kamera digital untuk mengabadikannya. Kamera handphone Motorola SLVR L6 saya tidak sanggup mengambil momen indah itu.
Oke, fenomena alam saya rasa cukup untuk konsumsi rasa penasaran saya hari ini. Langkah selanjutnya adalah memperkuat penasaran saya dengan data-data yang lebih otentik tentang fenomena ini.
Subuh, 1 Desember 2008, ternyata mata ini mudah tertarik dengan hal-hal baru dan ganjil. Masih saja mata ini melihat 'soulmate' dua bintang di langit barat daya Solo itu. Lagi-lagi mau bengong... cabut ah. Tapi tetap tidak bisa menghilangkan rasa penasaran, sebenarnya dua bintang itu planet apa?
Sholat maghrib saya kerjakan berjamaah di Masjid KotaBarat, karena masih ada urusan mastering yang belum selesai. Setelah selesai saya pulang. Sampai di depan rumah, belum sempat masuk, Bu Sar tetangga saya, berujar "Mas, bulan-e apik banget lho mas. Kok kaya orang senyum gitu." Dalam hati, saya tidak terlalu tertarik karena memang awal bulan hijriyah, bentuk bulan memang sabit. Jadi seperti orang tersenyum. TAPI, sebentar! Kemarin saya lihat dua bintang, sekarang Bu Sar lihat bulan tersenyum. Jangan-jangan.... rasa penasaran saya muncul kembali. Saya langsung mengarahkan mata saya ke langit barat daya, dan Subhanallah... dua bintang plus bulan sabit. Seperti dua bola mata dan satu bibir tersenyum. Indah sekali. Ternyata Allah ingin mempercantik fenomenanya dengan menghadirkan senyum bulan. Wajah langit jadi tampak lebih indah karena ternyata saya melihat jarang atau bahkan tidak ada "jerawat" bintang-bintang kecil di sekitar "The smiling moon" itu. Sayang, saya tidak punya kamera digital untuk mengabadikannya. Kamera handphone Motorola SLVR L6 saya tidak sanggup mengambil momen indah itu.
Oke, fenomena alam saya rasa cukup untuk konsumsi rasa penasaran saya hari ini. Langkah selanjutnya adalah memperkuat penasaran saya dengan data-data yang lebih otentik tentang fenomena ini.
Informasi "The Smiling Moon" baru saya dapatkan hari Selasa kemarin. Diketahui bahwa "tersangka" pembuat "The Smiling Moon" ternyata adalah planet Jupiter dan Venus, dua bintang yang saya amati sejak tanggal 30 November kemarin. Informasi saya peroleh dari NASA, Spaceweather, CASA, bungaliani, dan bang mutoha.

oh ternyata bulan diapit oleh venus ma jupiter ya...tambahan info buat saya
ReplyDeleteassalamu'alaikum
ReplyDeletemas, saya seneng sekali dg karya mas banu. mohon dikirim selengkapnya ke email saya.
s4 kecewa g' menyaxikan v-nomena itu.
pdhal hampir typ malam atap-atap diatas g' pernah terlewatkan. mas tolong yach. nuhun.
"aya'-Pekalongan City_centra java"
mas...tolong info THE SMILING MOON selengkapnya dikirim ke email saya. lyly.put21@gmail.com.
ReplyDeletemas...semoga engkau termasuk orang yang beruntung dan selalu dalam lindungan-Nya , amin.
mpe pagi bulanny msh senyum tha?? subhanallah ^^
ReplyDeleteoppph..
ReplyDeletekeren bgt y,,pas wktu itu... sy jg liat slama bbrapa hari,...
lucuu...subhanallah...
lam knal...