Merencanakan Banjir (lagi)

Mungkin judul di atas terlihat janggal untuk dibaca. Banjir adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh banyak orang termasuk saya. Dan tak seorang pun berharap rumahnya mau dikunjungi oleh banjir. Namun ada saja orang yang secara tidak sadar telah merencanakan banjir untuk masa mendatang. Hal ini saya temui ketika mengikuti kerja bakti PKS Peduli hari Ahad (1 Maret 2009) kemarin.
Saya dan beberapa personil ditugaskan untuk membantu masyarakat sekitar membersihkan lumpur dan sampah di rumah-rumah penduduk yang berjarak kurang lebih 50 meter saja dari bibir sungai. Saat saya dan seorang teman sedang membawa lumpur dan sampah di sebuah rumah, seorang bapak berujar, "Sampun, Mas. Paringke pinggir kalen mriku mawon. Mangkih rak keli dhewe." (Sudahlah, Mas. Taruh pinggir sungai situ saja. Nanti kan hanyut sendiri). Saya dan teman saya tersebut saling pandang dan tidak menghiraukan usulan si bapak tadi. Sampah dan lumpur tetap diangkut ke mobil!
Saya heran dengan pendapat bapak tadi. Bagaimana tidak? Salah satu faktor penjebab banjir yang melanda rumah penduduk adalah terhambatnya laju aliran air karena banyaknya sampah yang dibuang ke sungai. Sungai yang dulunya dalam dan dapat menampung banyak air, menjadi dangkal karena banyak sampah yang mengendap di dasarnya. Dan usulan bapak tadi sungguh membuat saya prihatin. Akankah sungai yang sudah dangkal karena sampah, masih ditambahi sampah lagi dari banjir kemarin? Secara tidak sadar, ia telah merencanakan banjir untuk tahun mendatang. Mungkin pendapat bapak tersebut benar untuk saat ini, dimana fokus garapnya adalah membersihkan jalan dan rumah dari genangan lumpur dan sampah. Tapi dengan membuang lumpur dan sampah di sungai... nanti dulu. Perlu dipikirkan lebih jauh dampaknya di masa mendatang.
Teman istri saya yang sudah lama menjadi guru TK yang kemarin kebanjiran pun merasa heran, "Selama saya ngajar disini, sudah sering hujan deras dan lama, tapi ya baru tahun ini banjir. Pasti ada apa-apa." Ya memang ada apa-apa. Boleh jadi banjir kemarin tersebut memang sudah 'direncanakan' sejak 10 tahun yang lalu oleh masyarakat di bantaran sungai tersebut. Hasilnya ya kemarin itu, banjir sampai dua kali.
Tapi saya tidak ingin memvonis begitu saja bahwa banjir disebabkan oleh masyarakat sekitar sungai. Masih banyak faktor lain yang bisa jadi penyebab banjir. Semoga pengalaman ini dapat menjadi ibroh bagi kita semua.

Comments

  1. ternyata benar2 memang manusia sendiri yang merencanakan banjir...

    ReplyDelete
  2. Betul mbak Mulki. Apalagi direncanakan secara berjamaah, lebih cepat 'tercapai' tuh.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Excellent informative blog post....Design Toronto Web is committed to marketing projects that move business. As an integrated website developer, we serve a diverse list of clients and industries. Design Toronto Web offers a cross-fertilization of strategic ideas in brand strategy, communications, web design and multi-media solutions.

    ReplyDelete
  5. numpang numpang......mau booking hotel???klik disini
    http://onlinehotelbook.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Hehehe, Thanks friend, this info very2 good !!!

    ReplyDelete

Post a Comment