Hari-hari terakhir Ramadhan, saatnya untuk bermuhasabah, apakah diri ini termasuk hamba yang akan mendapat predikat 'taqwa' di penghujung Ramadhan. Ataukah menjadi yang tersisih dan teronggok karena gagal 'menjamu' tamu agung ini.
Banyak orang justru melupakan akhir Ramadhan ini. Sibuk dengan urusan menjelang lebaran. Pakaian baru, perhiasan baru, hidangan baru namun melupakan hati yang baru, hati yang fitri. Sebuah senandung mengiringi muhasabah akhir Ramadhan kali ini.
karya : hijjaz, nasyid : Aa Gym and team
Bila melihat alam yang indah ini
Tidak terasa kebesaran Allah
Bila mendapat musibah lupa dirinya hamba
Nikmat yang datang tiada rasa darinya
Sepatutnya rasa malu kepadanya
Karena anugerahnya kepada kita
Membuat dosa rasa kekesalannya
Buta hati lebih berbahaya
Buta mata tidak tampak dunia
Buta hati tidak tampak kebenaran
Buta hati ditipu nafsu dan syaitan
Bahkan dilupakan saja
Semua orang rasa bangga dengan dosa
Bila menyebut neraka
Tidak terasa akan gerunnya
Bila menyebut syurga
Tidak terasa akan nikmatnya
Itu menunjukkan
Jiwa kita mati atau buta
***
Banyak orang justru melupakan akhir Ramadhan ini. Sibuk dengan urusan menjelang lebaran. Pakaian baru, perhiasan baru, hidangan baru namun melupakan hati yang baru, hati yang fitri. Sebuah senandung mengiringi muhasabah akhir Ramadhan kali ini.
karya : hijjaz, nasyid : Aa Gym and team
Bila melihat alam yang indah ini
Tidak terasa kebesaran Allah
Bila mendapat musibah lupa dirinya hamba
Nikmat yang datang tiada rasa darinya
Sepatutnya rasa malu kepadanya
Karena anugerahnya kepada kita
Membuat dosa rasa kekesalannya
Buta hati lebih berbahaya
Buta mata tidak tampak dunia
Buta hati tidak tampak kebenaran
Buta hati ditipu nafsu dan syaitan
Bahkan dilupakan saja
Semua orang rasa bangga dengan dosa
Bila menyebut neraka
Tidak terasa akan gerunnya
Bila menyebut syurga
Tidak terasa akan nikmatnya
Itu menunjukkan
Jiwa kita mati atau buta
***
jadi inget nasyid kenangan
ReplyDelete